Penataan interior kantor

Banyak kantor yang kesulitan menata untuk ruang kantornya sendiri karena tidak memiliki keterampilan dan keahlian di bidang merancang tata ruang kantor. Manajemen juga menyaradi betapa penting perencanaan serta rancangan ruangan yang tepat. Untuk penataan kantor dan ruang kantor ini berbeda-beda sesuai dengan luas ruangan yang ada, Sehingga pemecahan masalahnya juga berbeda sesuai dengan bentuk dan luas ruangan yang akan mempengaruhi dengan kebutuhan seperti furnitur yang akan digunakan agar di ruangan tersebut tidak terlalu sempit. Perancangan atau perencanaan tata ruang akan bekerja di dasari pada pekerjaan yang akan dikerjakan.

Biaya untuk menyewa sebuah kantor saat ini tidak murah dan juga tidak mudah diperoleh, oleh karena itu diperlukan pertimbangan yang matang terhadap pemanfaatan ruangan dan menentukan atau membagi ruang kerja bagi para karyawan yang mempunyai kompetensi, sehingga memperoleh manfaat dan pekerjaan kantor dapat diselesaikan secara baik dan nyaman ketika sedang melakukan pekerjannya.

Faktor dalam desain interior kantor

Prosedur penataan interior kantor saat mendesain interior kantor harus menitikberatkan pada beberapa aspek pokok yaitu manusia, fungsi pekerjaan yang dilakukan dan lingkungan.

  • Faktor Manusia

Faktor ini sangat berkaitan dengan pengguna atau orang yang akan menempati ruangan tersebut, maka akan mendapatkan gagasan sesuai dengan kebutuhan yang ada seperti ruang gerak, furnitur, peralatan pekerjaan yang diperlukan dan pencahayaan. Sehingga desain interior kantor yang direncanakan secara teknis dan estetis yang akan mengacu pada kebutuhan pengguna dapat bekerja dengan lancar.

  • Faktor fungsi ruang

Faktor yang satu ini berkaitan dengan fungsi ruangan tersebut, misalnya desain interior ruangan untuk para karyawan keuangan akan berbeda dengan desain interior ruangan untuk karyawan yang memiliki jabatan pemasaran yang selalu menerima telepon atau kunjungan klien, sehingga rencaha ruang juga berpengaruh terhadap desain yang akan di gunakan dari faktor teknis dan estetiknya.

  • Faktor lingkungan

Prosedur penataan interior kantor selanjutnya adalah faktor lingkungan. Dalam hal ini ruang kantor yang merupakan tempat dimana orang dapat bekerja dan melakukan aktivitas di dalamnya. Pengaturan lingkungan ini berupa perencanaan seperti tipr kator yang ada dan desain ruangan berupa dinding, plafon, warna, lantai dan pengaturan cahaya.

Prosedur penataan interior kantor

Penataan interior kantor adalah perencanaan penyusunan letak-letak ruangan dan juga furnitur dalam bekerja dengan tepat agar bisa memperlancar komunikasi dan alur kerja pegawai serta juga mempermudah koordinasi dan pengawasan. Prosedur penataan interior kantor juga untuk dapat merencanakan suasana yang nyaman dan penggunaan ruang kantor tersebut juga desain interior kantor yang baik akan sangat berpengaruh dan menunjang semangat kerja para karyawan.

Manajemen ruang kantor merupakan suatu pengarahan dalam mengaur tata letak secara aktivitas suatu tata usaha atau kerja dengn secara lebih hemat, efisien dan efektif. Terdapat dua tipe umum sebuah kantor adalah kantor dengan sifat terbuka dan kantor yang bersifat tertutup. Kantor yang memiliki sifat tertutup berarti dimana para pekerja mempunyai ruangannya sendiri-sendiri yang meminimalkan adanya interaksi secara terbuka di antara para pekerja. Ruangan kerja tertutup menuntut para pegawai atau karyawan untuk dapat lebih fokus pada pekerjaan yang sedang dikerjakan.

Hal ini baik dapat mengurangi kemungkinan bagi para keryawan untuk menghambur-hamburkan waktu bekerja dengan melakukan hal yang tidak menguntungkan, seperti mengobrol, bersantai atau juga meninggalkan ruangan kerjanya. Namun ada juga kerugian yang memiliki konsep ruang kerja yang terturup. Karena ruang kerjayang terbatas dan terfokus untuk melakukan pekerjaan yang sedang dilakukan, maka akan mengurangi tingkat kekerabatan antara para karyawan, karena terbatasnya ruang kerja dan juga membatasi ruang gerak bagi para karyawan. Untuk beberapa saat, mungkin ini tidak menjadi masalah yang begitu besar, namun untuk kesinambungan bisnis di masa yang akan datang hubungan baik antara karyawan harus terbangun dengan baik dan harmonis.

Prinsip ruang kantor yang baik

Terdapat beberapa asas pokok dalam penataan interior kantor yang baik.

  1. Asas rangkaian kerja merupakan penempatan para karyawan dan alat-alat kantor yang dirunut rangkaiannya supaya sejalan dengan urutan penyelesaian pekerjaan. Asas rangkaian kerja juga merupakan kesinambungan asas jarak terpendek karena dengan menggunakan tata letak suatu ruangan yang baik akan memudahkan bagi para karyawan untuk menjangkau alat pekerjaan yang sedang dibutuhkan sehingga pekerjaan akan dapat dilakukan secara lebih baik, efektif dan efisien.
  2. Asas jarak terpendek merupakan suatu tata letak interior kantor yang terbaik dimana agar memungkinkan proses untuk penyelesaian suatu pekerjaan dapat dilakukan sependek-pendeknya atau dengan waktu yang cukup efektif.
  3. Asas penggunaan segenap ruangan merupakan asas dimana suatu tata letak kantor dapat mempergunakan dengan sepenuhnya ruangan kantor yang ada termasuk di dalam nay secara vertikal (ke atas dan ke bawah). Asas ini menggunakan sistem pemaksimalan suatu ruangan. Hal ini sangat baik digunakan terutama untuk ruangan kerja yang memiliki ukuran yang kecil namun menuntut tempat penyimpanan yang cukup luas. Penggunaan secara maksimal pada ruang kantor dari atas ke bawah maka merupakan cara yang baik dilakukan sesuai dengan asas penggunaan segenap ruangan yang ada ini.
  4. Asas perubahan

Perubahan susunan ruang kantor bisa dilakukan apabila tat letak suatu ruangan kerja diharuskan untuk berubah karena beberapa alasan. Perubahan tata letak kantor dapat digunakan untuk membuat suasana yang lebih baru dalam suatu ruang kantor. Asas ini juga selaras dan sejalan dengan bersar kecilnya atau berat ringannya perabotan ruang kerja yang akan digunakan.

Kebutuhan ruang kantor

Faktor yang menentukan luas ruang kantor adalah jumlah pegawai atau karyawan yang ada, dan juga kebutuhan ruangan seperti ruangan untuk menyimpan file, berkas-berkas kantor, ruang dapur, ruang resepsionis, ruang rapat, ruang direktur selain itu juga struktur kolom bangunan juga mempengaruhi alokasi luas kantor. Jangan lupa juga untuk mempertimbangkan kebutuhan karena ekspansi usaha serta koridor utama untuk keluar masuk karyawan atau pegawai.

Kondisi Lingkungan Ruang Kantor

Terdapat beberapa faktor untuk dapat mempertimbangkan kondisi lingkungan ruang kantor dalam memilih lokasi kantor adalah :

  • Fasilitas gedung seperti AC, listrik, tempat parkir, tangga darurat, jumlah lift, dan masih banyak lagi

  • Model gedung, seperti warna gedung, ukuran, usia, reputasi, pelayanan dan usia gedung

  • Biaya-biaya. Total pengeluaran yang dapat menimbulkan biaya ruang kantor
  • Transportasi umum untuk huugan antar pelanggan, fasilitas angkutan, hotel, pusat pertokoan, kantor pos, dan lain – lain.
  • Bebas dari berbagai polusi seperti kebersihan udara, lingkungan dan suara gaduh sehingga dapat mengganggu pekerjaan kantor
  • Fleksibilitas fit-out ruang kantor meliputi kemungkinan perubahan – perubahan terhadap struktur seperti melubangi plafon dan lantai.

Prinsip tata letak ruang kantor yang efektif

  • Pegawai yang melakukan pekerjaan serupa harus di dalam area atau ruangan yang berdekatan
  • Menganalisa hubungan antara arus kerja pegawai dengan peralatan kerja yang dibutuhkan
  • Kondisi arus kerja dalam bentuk garis lurus dan dapat meminimalisir crossing dan backtaking
  • Divisi publik atau pegawai harus di tempatkan di area yang berdekatan dengan pintu masuk kantor.
  • Karyawan yang memerlukan konsentrasi dalam bekerja harus dilokasi yang memiliki suasana yang tenang dan tidak berisik.
  • Alokasi ruangan untuk peralatan yang diperlukan individu harus berdekatan dengan pekerja.
  • Pemilihan furnitur dan peralatan harus disesuaikan dengan kenutuhan yang ada.
  • Lorong yang berada di kantor harus nyaman dan lebar untuk mengantisipasi arus gerak yang efesien dari para pekerja atau karyawan yang berada di dalam kantor tersebut.
  • Memperhatikan kebutuhan perluasan kantor dimasa yang akan datang
  • Pekerjaan harus datang kepada karyawan bukan malah sebaliknya.

Standar ruang kantor

Ruang kantor mempunyai syarat lingkungan fisik yang harus diikuti oleh setiap kantor. Standar itu meliputi beberapa hal berikut :

  • Suhu ruangan
  • Kebersihan
  • Fasilitas kesehatan
  • Air minum
  • Ventilasi plafon
  • Penerangan cahaya
  • Penjagaan kebakaran
  • Fasilitas cuci
  • Lantai, gang dan tangga
  • Kamar mandi

Mengatur peralatan di ruang kantor

Terdapat beberapa faktor yang harus diperhitungkan suau perusahaan dalam mengatur perabotan atau furnitur yang ada di dalam ruang kerjanya.

  1. Perabotan atau furnitur kerja dan tata usaha haruslah merupakan perabotan yang dapat menghemat ruang lantai atau yang digunakan harus sesuai dengan ukuran luas ruangan.
  2. Perabotan atau furnitur yang terlalu besar maka akan dapat menghambat laju gerak para karyawan yang ada di dalam ruangan tersebut. Penerapan desain minimalis saat ini dapat membantu perusahaan untuk mengatur perabotan kantornya supaya lebih hemat.
  3. Perabotan kerja harus fungsional dengan pekerjaan yang dilakukan. Fungsi perabotan atau furnitur kerja harus mendukung suatu pekrjaan yang sedang dilakukan. Jangan menempatkan barang terutama barang pribadi yang kehadirannya justru akan dapat menghambat pekerjaan.
  4. Penataan perabotan fungsional juga harus di tempatkan di suatu letak yang orang mudah menjangkaunya. Oleh karenaitu, kerapihan meja dan mengenai detail tata letak alat kerja yang dibutuhkan dapat mengurangi pemborosan waktu.
  5. Mengenali detail letak alat kerja yang sedang dibutuhkan akan membantu karyawan lebih efektif dalam bekerja
  6. Selain itu juga perabotan kerja haruslah yang memiliki bahan yang ringan. Material pada suatu perbotan kantor harus dipikirkan. Alat kantor yang digunakan kan memiliki material yang ringan maka akan lebih mudah bagi suatu perusahaan ketika akan memindahkan barang tersebut. Hal yang lain yang perlu dipikirkan apabila memakai perabotan yang bagus dan berat, maka akan menghambat proses pemindahan perabotan. Apabila terdapat mesin atau alat berat seperti mesin fotokopi atau jugamesin berat yang lainnya, maka letakkan dari awal di tempat yang strategis untuk semua karyawan.
  7. Beberapa perusahaan memperbolehkan bagi para karyawannya untuk membawa atau membagi barang pribadi miliknya ke dalam suasana kantor. Barang pribadi yang dibawa ke dalam ruang kantor diyakini dapat meningkatkan semangat kerja para karyawannya. Namun perusahaan juga harus tetap mengatur suatu kriteria dasar yang harus dipatuhi oleh semua karyawan untuk setiap barang yang akan dibawa ke kantor perusahaan.